Minggu, Agustus 29, 2010

Tugas Kelas 8

1. Bentuk sederhana dari 3x – 2y + 7 + 5x + 6y – 3 adalah …

     a. 4y – 2x + 10                       c. -2x + 4y – 4

    b. 4y – 2x – 10                       d. -2x + 4y + 4


2. Bentuk paling sederhana dari : 2a(ab + 3a + b2) – b(a2 – ab + b) adalah …

    a. a2b + 6a2 + ab2 + b2

    b. a2b + 6a2 + ab2 – b2

    c. a2b + 6a2 + 3ab2 + b2

    d. a2b + 6a2 + 3ab2 – b2


3. Jumlah dari x – 3y + 5 dan x + y – 7 adalah …

    a. 2(x – y – 1)       c. 2x – 4y – 2

    b. 2(x + y – 1)      d. 2x + 4y – 2


4. Jumlah dari 2p(3 + q) dari 2(7 – y) adalah …

    a. 6p – q          c. 6p + 4pq + q

    b. 6p + q         d. 6p – 4p – 4pq – q


5. Hasil pengurangan 3(y – 1) dari 2(7 – y) adalah …

    a. 13 + 5y               c. 17 – 5y

    b. 13 – 5y              d. 17 + 5y


6. Hasil dari (2x – 3)(x + 1) adalah …

    a. 2x2 – x – 3        c. 2x2 – 5x + 3

   b. 2x2 + x – 3        d. 2x2 + 5x – 3


7. Hasil dari (3x – 5)(x – 2) adalah …

    a. 3x2 – 11x + 10     c. 3x2 – 11x – 10

    b. 3x2 – 11x + 10    d. 3x2 + x – 10


8. Hasil dari (5x – y)2 adalah …

     a. 5x2 – 10xy – y2       c. 25x2 + 10xy + y2

    b. 25x2 – 10xy – y2     d. 25x2 – 10xy + y2


9. Pemfaktoran dari 12x2y – 8xy2 adalah …

    a. 4xy(3x + 2)             c. 4y(3x2 + 2xy)

    b. 4xy(3x – 2y)          d. 4x(3xy + 8y2)


10. Pemfaktoran dari p(q + r) – s(q + r) adalah …

      a. (p – s)(q – r)       c. (p + s)(q + r)

      b. (p – s)(q + r)       d. (p + s)(q – r)


11. Pemfaktoran dari 9m2 – 6m + 1 adalah …

       a. (3m – 1)2           c. (3m – 1)(3m + 1)

      b. (3m + 1)2           d. (9m – 1)(m + 1)


12. Pemfaktoran dari 4x2 – 9y2 adalah …

     a. (4x – y)(x + 9y)       c. (2x – 3y)(2x + 3y)

     b. (4x + y)(x – 9y)       d. (2x – 3y)2


13. Pemfaktoran dari (a + b)2 – c2 adalah …

      a. (a + b – c)(a + b – c)      c. (a + b + c)(a + b + c)

     b. (a – b + c)(a + b – c)     d. (a + b + c)(a + b – c)


14. Pemfaktoran dari x2 – 2x – 15 adalah …

       a. (x + 3)(x + 5)       c. (x – 3)(x + 5)

        b. (x + 3)(x – 5)      d. (x – 3)(x – 5)


15. Pemfaktoran dari 4x2 – 11x + 6 adalah …

       a. (4x – 3)(x + 2)       c. (4x + 3)(x + 2)

       b. (4x – 3)(x – 2)       d. (4x – 1)(x – 6)




Jumat, Agustus 06, 2010

Menyambut Puasa Ramadhan



Barangsiapa yang bergembira datangnya bulan ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka. (H.R. al-Nasa’i). Kalaulah seandainya umatku tahu keutamaan bulan puasa, tentu mereka akan meminta supaya bulan yang ada dijadikan puasa selamanya… (H.R. Ibn Mazah). Kutipan hadits di atas menyebutkan bahwa kegembiraan yang muncul dalam diri dalam menyambut datangnya puasa di bulan ramadhan dapat membebaskan diri kita dari api neraka terkesan sangat sederhana. Tetapi diartikan terkesan sangat mendalam dan sekaligus memunculkan pertanyaan apakah sebenarnya yang dimaksud dengan kegembiraan disini?. WASPADA Online

Barangsiapa yang bergembira datangnya bulan ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka. (H.R. al-Nasa’i). Kalaulah seandainya umatku tahu keutamaan bulan puasa, tentu mereka akan meminta supaya bulan yang ada dijadikan puasa selamanya… (H.R. Ibn Mazah). Kutipan hadits di atas menyebutkan bahwa kegembiraan yang muncul dalam diri dalam menyambut datangnya puasa di bulan ramadhan dapat membebaskan diri kita dari api neraka terkesan sangat sederhana. Tetapi diartikan terkesan sangat mendalam dan sekaligus memunculkan pertanyaan apakah sebenarnya yang dimaksud dengan kegembiraan disini?.

Bagaimana mungkin hanya dengan kegembiraan saja mampu menyelamatkan kita dari penjara api neraka?, dan lebih menariknya lagi ditemukan sederetan hadits yang sama membicarakan tentang keistimewaan puasa tetapi bukanlah secara otomatis semua kita akan berhasil dalam melaksanakannya. Pelaksanaan ibadah puasa memang merupakan suatu yang cukup fenomenal dalam kehidupan bahwa sepanjang hayat kita setiap tahunnya selalu berjumpa dengan puasa tetapi kita sering kali gagal dalam mengaktualkanya dalam kehidupan, bahkan cenderung setelah puasa kita semakin memperturutkan hawa nafsu.

Makanya untuk puasa kali ini sangat tepat dijadikan sebagai titik awal untuk penempaan diri, karena memang puasa memiliki karakter tersendiri dibanding ibadah lainnya (tanpa bermaksud menganggap ibadah lainnya kurang penting), baik dari aspek pelaksanaan hingga aplikasinya yang langsung sebagai ‘peraktek lapangan’ bagi orang-orang yang melaksanakanya. Tulisan yang singkat ini akan mencoba melihat apa sebenarnya yang dimaksud dengan kegembiraan disini, tetapi bukan hanya semacam kata tanpa makna melainkan diperlukan pemahaman yang utuh dalam menangkap maknanya. Hal ini perlu untuk dipertegaskan kita masih kesan puasa sebagai suatu yang biasa. Padahal kegembiraan tersebut bukan dalam artian yang serimoni melainkan adanya upaya konsisten untuk berusaha menerjemahkan segala makna yang terdapat dari pelaksanaan puasa tersebut.

Puasa: Kegembiraan dan Aktualisasi
Perintah pelaksanaan puasa dalam Al-quran menggunakan terma "kutiba" yang sangat ekplisit tanpa perlu diinterprestasikan semua kita akan sepakat kalau itu merupakan perintah kewajiban yang tidak dapat ditawar. Secara teknis tentu pemilihan kata itu memiliki implikasi tersendiri bahwa pelaksanaan puasa memiliki tujuan tersendiri bagi manusia khususnya dalam pembentukan karakter diri, baik pribadi maupun dalam interaksi sosial, dan harus diakui bahwa semua ibadah merupakan training untuk mencapai seperangkat tujuan.

Sebagaimana ibadah shalat bertujuan membentuk pribadi yang selalu terjaga dari segala prilaku tidak bermoral (Q.S. al-‘Ankabut: 45), zakat untuk membersihkan harta dari segala noda keserakahan (Q.S. al-Tawbah: 103), haji untuk mencapai kebaikan yang tinggi (H.R. Tirmizi), dan juga puasa memiliki target untuk mencapai ketakwaan sejati (Q.S. al-Baqarah: 138) yang tumbuh dalam diri tidak adanya pemisahan antara ketakwaan kepada Tuhan dengan kesalehan sosial sebagaimana yang diajarkan dalam berpuasa harus terbangun senergik dalam diri. Ketakwaan ini memiliki peran penting dalam membangun kehidupan disebabkan kita sering terjebak dalam perangkat dominasi di antara keduanya menjadikan diri kita ‘pincang’ berakibat lahirlah sikap mendua dalam menginternalisasikannya dalam bentuk kepatuhan akan perintah Tuhan.

Dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan semata, tetapi tidak memiliki kepekaan kemanusiaan dengan tega bersenang dan berfoya hanya untuk meningkatkan status sosial tanpa memperdulikan sekitarnya yang terpuruk oleh kemiskinan. Disinilah sebenarnya posisi puasa ingin menjembatani antara dua kepentingan tersebut dengan melakukan harmonisasi nilai kemanusiaan dan ke Ilahian sekaligus yang diharapkan tumbuh dan berkembang menyatu keduanya dalam diri sehingga menciptakan manusia yang benar-benar sempurna dalam artian terpenuhinya kebutuhan material kemanusiaan dan nilai pritual ke Tuhanan sekaligus sebagai karakter dari tujuan ketakwaan yang ditawarkan dalam pelaksanaan ibadah puasa.

Sehingga tidak mengherankan kalau puasa dalam perspektif hadits disebut-sebut sebagai ibadah yang akan mengantarkan pelaksananya kepada kebaikan sesungguhnya, tetapi juga sebaliknya harus disadari bahwa tidak sedikit juga kita diingatkan bahwa dalam pelaksanannya banyak yang gagal hanya mendapatkan lapar dan haus semata (H.R. al-Nasa’i dan Ibn Mazah), karena kita tidak mampu menangkap pesan moral apa yang terkandung didalam, dan tentunya jaminan Tuhan akan terbebas dari api neraka tidak akan pernah didapatkan.

Selain itu harus dipertegas salah satu aspek terpenting lainnya dalam puasa adalah menahan diri (imsa’) (Q.S. al-Baqarah: 187) baik dari segala tindakan yang dapat menghilangkan nilai luhur puasa terlebih lagi membatalkannya. Sebagai indikasi bahwa orang yang berpuasa harus mampu menjaga diri dari segala bentuk prilaku yang tercela sebagai persyaratan utama dalam upaya memfungsikan puasa sebagai media menyemai benih kemuliaan dan mengikis habis segala bentuk dosa dalam kehidupan (Q.S. al-Ahzab: 35).

Nampaknya inilah yang dimaksud dengan bergembira dari kutipan hadits di atas bahwa kita harus memanfaatkan kesempatan tersebut secara baik dengan melaksanakannya secara totalitas kemampuan yang dimiliki. Karena puasa tersebut hanya dapat dilakukan dengan adanya semangat yang sungguh dibuktikan ketukan perintah puasa melalui hati orang beriman sebagai bukti hanya orang berimanlah yang dapat melaksanakannya secara baik dan yang pantas bergembira akan datangnya puasa tersebut. Tanda kegembiraan itu sebenarnya dapat dilihat pada saat berbuka setelah satu harian penuh menahan segala dahaga tetapi berbuka dalam keadaan tetap terkontrol dengan baik tidak memperturutkan hawa nafsu dan memakan sesuatu setelah diperbolehkan menunjukkan puasa juga mengajarkan kedisiplinan bagi akan pentingnya aturan sebagai upaya menata kehidupan secara baik dan terarah.

Lebih dari pada itu semua, yang paling menggembirakan dalam berbuka disini dapat diinterpretasikan telah berhasil lulus ‘sekolah’ puasa dengan melaksanakan segala aturan yang dibebankan dan menjauhi larangannya yang diharapkan semua nilai yang ada dalam puasa berhasil menyatu dalam diri dengan munculnya sikap segala bentuk pelaksanaan puasa dalam kehidupan diluar pelaksanaan ibadah tersebut. Dengan demikian tentunya untuk mempersiapkan diri secara maksimal dalam menyambut puasa merupakan pilihan yang tetap bagi kita supaya dapat menjadikan puasa tahun ini harus lebih membekas dari tahun sebelumnya. Karena tidak ada yang dapat menjamin kalau tahun depan kita masih dapat melaksanakan puasa sebagaimana yang akan kita hadapai, dan akhirnya dapat dikatakan tidak akan pernah berhasil mewujudkan semangat puasa dalam realitas kehidupan kecuali adanya ketulusan untuk lebih baik dari sebelumnya.

Selamat menunaikan ibadah puasa tahun 1431 H.


Senin, Juli 26, 2010

pre test bilangan bulat

1. 9 × 123 = 9 × (100 + 20 + …)

= (9 × 100) + (9 × …) + (9 × …)

= … + … + …

= ….

2. 87 × 4 = (80 + …) × 4

= (80 × 4) + ( … × 4 )

= … + …

= ….

3. 6 × 56 = 6 × (60 – …)

= (6 × …) – (6 × …)

= … – …

= ….

4. 5 × 78 = 5 × ( … – 2)

= (5 × …) – (5 × …)

= … × …

= ….

5. (4 × 9) + (4 × 1)

= 4 × ( … + …)

= 4 × …

= ….

6. (32 × 2) + (18 × 2)

= (32 + …) × 2

= … × 2

= ….

7. (12 × 3) + (43 × 3) + (45 × 3)

= (12 + … + 45) × 3

= … × 3

= ….

8. (5 × 87) – (5 × 6) + (5 × 9)

= 5 × ( … – 6 + 9)

= 5 × …

= ….

Jumat, Juli 16, 2010



Penulisan Angka dan Lambang Bilangan (EYD)
1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor.
Bentuk angka biasa : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Bentuk angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L, C, D, M, V

Jika dibandingkan, maka kedua bentuk angka tersebut adalah sebagai berikut:
I = 1
II = 2
III = 3
V = 5
X = 10
L = 50
C = 100
D = 500
M = 1000

Perlu diingat bahwa penambahan dan pengurangan nilai dengan menuliskan angka tambahan dan pengurangan di belakang dan depan bilangan sebelumnya hanya dapat dilakukan paling banyak tiga kali untuk penambahan dan satu kali untuk pengurangan.
Contoh:
V = 5
VI = 6 (penambahan satu kali)
VIII = 8 (penambahan tiga kali)
IX = 9 (penambahan satu kali)
X = 10

Demikian juga halnya terhadap lambang bilangan Romawi yang lain.
Contoh:
L = 50
LI = 51 (adalah 50 + 1)
XL = 40 (salah jika XXXX)
LXV = 65 (adalah 50 + 15)
LIX = 59 (adalah 50 + 9)
MCMXCIX = 1999

2. Angka digunakan untuk menyatakan:
a. Ukuran panjang;
b. Ukuran berat;
c. Ukuran isi;
d. Satuan waktu; dan
e. Nilai uang.
Contoh:
a. Ukuran panjang
15 meter (15 m)
0,5 kilometer (0.5 km)
123 desimeter (123 dm)

b. Ukuran berat
145 kilogram (145 kg)
1,5 gram (1,5 g)
703 kwintal (703 kw)

c. Ukuran isi
6 liter (6 l)
48 kubik (48 kubik)

d. Satuan waktu
2 jam 38 menit
pukul 13.00
30 Nopember 1988

e Nilai uang
1000 rupiah (Rp 1000,00)
50 dolar Amerika
10 pon Inggris

3. Angka juga lazim dipakai untuk menandai nomor rumah, jalan, apartemen, hotel, atau kamar pada alamat (kediaman seseorang) Contoh:
Jalan Pahlawan No. 140
Hotel Mesra, Kamar 500
Jalan Sulaksana III No. 54

4. Angka dugunakan juga untuk menomori karangan atau bagian-bagiannya. Contoh:
Bab V, Pasal 8, halaman 34
Bab XII, Pasal 23, halaman 4

5. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan dengan cara memisahkan tiap-tiap bagian kata. Contoh:
23 dua puluh tiga (benar)
duapuluh tiga (salah)
134 seratus tiga puluh empat
508 lima ratus delapan

6. Penulisan bilangan pecahan Contoh:
1/2 = setengah
3/4 = tiga perempat
4/16 = empat perenam belas
3 2/3 = tiga dua pertiga
10% = sepuluh persen
0,2 = dua perpuluh
2,5 = dua lima perpuluh, atau dua setengah
1,09 = satu sembilan perseratus

7. Penulisan kata bilangan tingkat (bertingkat) dapat dilakukan dengan cara memakai angka biasa, angka Romawi, atau dengan mempergunakan huruf. Contoh:
a. Dengan angka biasa:
Dia anak ke-2 dari keluarga Paman
Bacalah Bab-3!

b. Dengan angka Romawi:
Ia adalah keturunan Hamengku Buwono IX
(dibaca Hamngku Buwono kesembilan)
Kakakku sekarang berkuliah pada tingkat VI
(dibaca tingkat keenam)

c. Dengan huruf:
Sekarang masik abad kedua puluh
Di keluarganya ia termasuk anak kelima
Ali adalah pemenang keseratus sepuluh

8. Penulisan kata bilangan yang mendapat akhiran -an. Contoh:
a. Contoh dengan angka biasa:
Lagu itu terkenal pada tahun 80-an.
Tukarkan uang 5.000-an dengan 1.000-an.

b. Contoh dengan huruf:
Usianya sekitar tujuh puluhan.
Uangnya jutaan.
Tukarkan uangku dengan lima ribuan.

9. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf (tidak dengan angka biasa), kecuali jika terdiri atas beberapa lambang bilangan yang dirinci secara berurutan sebagaimana halnya dalam bentuk paparan. Contoh:
Dalam sehari ia makan dua kali.
Usianya dua puluh tahun.
Dari 50 peserta, 15 orang ikut, dan 35 orang lainnya tidak ikut.
30 remaja putri, 15 remaja putra, dan 10 balita.

10. Lambang bilangan pada awal kalimat harus senantiasa ditulis dengan huruf. Contoh:
Enam belas tahun yang lalu ia meninggal.
Lima saudaranya laki-laki semua.
Dua ratus para calon mahasiswa diterima.

Catatan:
Harus diingat bahwa angka biasa tidak dapat diletakkan pada awal kalimat. Oleh sebab itu harus diupayakan dengan mengubah susunannya sehingga memungkinkan tidak adanya angka biasa pada awal kalimat.

Perhatikan ketentuan di atas kemudian perhatikan pula contoh kalimat di bawah ini!
15 orang diberangkatkan. (salah)
Lima belas orang diberangkatkan. (benar)
Diberangkatkan 15 orang. (salah)
Diberangkatkan 15 laki-laki, 12 wanita. (benar)
Dipanggil 115 orang. (salah)
Seratus lima belas orang dipanggil. (benar)

11. Angka yang menyatakan bilangan bulat yang nilainya besar dapat dieja sebagian agar lebih mudah dibaca. Contoh:
Modal industri kecil mencapai 200 juta rupiah.

12. Khusus untuk dokumen resmi, angkanya perlu dituliskan pula dengan huruf. Misalnya pada kuitansi atau akta-akta perjanjian. Contoh:
Pada kuitansi sering ditulis:
Banyaknya uang terbilang : Dua puluh ribu lima ratus rupiah.
Tercatat juga : Rp. 20.500,00

13. Penulisan lambang bilangan dengan mempergunakan angka dan huruf pada dokumen atau akta harus secara tepat menunjukkan nilai (jumlah) yang sama. Contoh:
Bersama ini kami kirim 80.898 (delapan puluh ribu delapan ratus sembilan puluh delapan) bata merah.

Wallahu'alam bi shawab

Kamis, November 05, 2009

ULANGAN HARIAN ARITMETIKA SOSIAL

Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan menggunakan cara yang tepat!

1. Pak Didi membeli 5 peti jeruk yang setiap petinya berisi 15 kg jeruk dengan harga setiap petinya Rp. 58.000,00. kemudian dijual dengan harga rata-rata Rp. 4.500,00 setiap kg. berapa keuntungan atau kerugian Pak Didi!

2. Anton membeli sepeda dengan harga Rp. 450.000,00. kemudian, sepeda tersebut diperbaiki di bengkel sepeda. Anton menghabiskan Rp. 50.000,00 untuk biaya perbaikan. Anton lalu menjual sepeda tersebut dengan harga Rp. 425.000,00. tentukan persentase untung atau ruginya!

3. Harga sebuah buku Matematika adalah Rp. 32.000,00. Namun, jika membeli satu lusin maka akan mendapat rabat sebesar 15%. Tentukan harga yang harus dibayar jika membeli 3 lusin buku Matematika!

4. Seorang pedagang membeli 4 karung kacang tanah dengan berat masing-masing 50 kg dan harga Rp. 5.600,00 per kg. Jika berat tara = 4%, Berapa rupiah pedagang itu harus membayar!

5. Seorang pedagang menjual 35 ekor ayam seharga Rp. 483.000,00. Dari penjualan itu ternyata ia mendapat untung 15%. Tentukan harga pembelian tiap ekor ayam!

6. Seorang pedagang buah menjual mangga dengan harga Rp. 6.000,00/kg. Ternyata pedagang tersebut rugi 25%. Berapakah harga awal pembelian mangga tersebut!

7. Seorang pedagang membeli 5 lusin mangkok dengan harga Rp. 210.000,00. berapa rupiahkah pedagang tersebut menjual setiap mangkoknya, jika dalam penjualan tersebut menginginkan untung 20%!

8. Seorang pedagang membeli 2 kuintal beras jenis A dengan harga Rp. 3.250,00 per kg dan 3 kuintal beras jenis B dengan harga Rp. 2.500,00 per kg. Kedua jenis beras itu dicampur dan dijual dengan harga Rp 3.200,00 per kg. Tentukan besar persentase untung atau ruginya!

Good Luck

Minggu, Oktober 25, 2009

Bagaimana seorang anak kecil dapat menghitung 306 x 303 luar kepala?

Caranya mudah!
Bagi anak SMP sudah mengenal bahwa
(x+2)(x+3)=
x.x + (2x+3x) + 2.3 =

Mirip dengan itu caranya:
306 x 303 =
9 (dari 3×3)
27 (dari 6×3 + 3×3)
18 (dari 6×3)
Kita peroleh jawaban 92718.

Contoh lain
207 x 304 = …
6 (dari 2×3)
29 (dari 7×3 + 2×4)
28 (dari 7×4)
Kita peroleh 62928.

Rabu, Oktober 07, 2009

Cara Menguasai Ilmu Matematika

Bagaimana cara belajar yang baik agar kita dapat menguasai ilmu matematika ini? Harus diingat bahwa tidak cara mudah untuk menguasai matematika ini. Yang ada adalah Cara yang benar dalam belajar matematika. Dibutuhkan kesabaran dan kegigihan yang tinggi untuk berusaha, tapi dengan niat yang kuat saya yakin kita bisa menguasai pelajaran matematika. Ada beberapa tips yang bisa kita tempuh agar kia bisa menguasai Matematika:

1. Luruskan Niat
Hal pertama yang harus kita lakukan adalah "Meluruskan Niat" dalam belajar matematika, janganlah kita belajar matematika hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus sebagai syarat lulus mata ujian Matematika. Karena hal ini berarti jika kita telah melewati ujian/test, maka kita akan meninggalkan dan melupakan materi yang telah kita pelajari tersebut. Niatkan belajar matematika untuk menambah pengetahuan kita. Karena dengan belajar matematika, daya nalar otak kita akan terasah dengan baik sehingga mudah untuk menerima pelajaran yang lainnya. Ingat sekali lagi, jangan hanya berorientasi kepada Hasil ujian, tapi berorientasilah pada Proses belajarnya..

2. Kenali, pahami lalu Cintai keindahan matematika
Point ini merupakan poin yg paling penting dalam belajar matematika. Akan sangat mudah mempelajari sesuatu jika kita mencintainya terlebih dahulu. Bagaimana mau mencintai matematika jika kita tidak mengenalnya? maka langkah kedua adalah kita harus mengenal apa itu matematika, apa fungsi matematika bagi kehidupan sehari hari. jika kamu sudah mengenalnya, maka kamu akan tahu bahwa matematika memang sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari, contoh sederhananya, ketika tukang bangunan membuat sebuat Fondasi rumah, maka dia harus menghitungnya secara teliti agar pondasinya tidak timpang, maka digunakanlah beberapa rumus matematika. bahkan ketika kita menghitung uang jajan kita, maka kita harus menghitungnya menggunakan matematika bukan? Sungguh tak mungkin kita bisa hidup jauh dari matematika. Maka Tanamkanlah dalam pikiran kita bahwa matematika itu sesuatu yang berguna, indah, menarik dan sebagai teka-teki yang menyenangkan untuk dipecahkan. Jika kita telah mencintainya, Semua rumus yang kelihatannya rumit tiba tiba akan menjadi mudah untuk dipelajari. Begitulah kekuatan cinta, bahkan kotoran kucing pun bisa jadi kue coklat :D

3. Berdoa
Sebelum kita memulai mempelajari matematika, ada baiknya kita berdoa agar Tuhan memberi kemudahan bagi kita untuk memecahkan setiap persoalan yang terdapat di materi yang kita pelajari. Bukankah Tuhan itu Maha Pintar? Maka mintalah kepada-NYA sedikit kepintaran-NYA agar kita bisa memahami materi yang kita pelajari. Selain itu agar kita tetap konsisten dalam belajar dan gigih dalam berusaha, serta tidak mudah putus asa dalam belajar. Jadi doa ini juga termasuk hal yang penting.

4. Banyak Latihan dan Belajar
3 point diatas akan sangat tidak berguna jika ujung ujungnya kamu tidak mengambil langkah untuk segera belajar dan banyak latihan dengan rajin dan KONSISTEN. terkadang ada masanya kita semangat sekali untuk belajar, namun ada juga masa masa ketika malas sekali untuk belajar. Maka disini butuh kedisiplinan serta kekonsistenan dalam mempelajari matematika. Dalam 1 hari Tidak perlu meluangkan terlalu banyak untuk belajar, cukup sedikit waktu namun tetap kontinyu dan konsisten. Matematika adalah ilmu hitung, tentu akan semakin baik belajar ilmu hitung dengan berlatih menghitung dengan rajin. banyakin latihan membahas soal-soal, karena jika kita sudah terbiasa, maka akan mudah bagi kita untuk menyelesaikan soal yang sama dikemudian hari. Selain itu hal tersebut juga bisa membuat pemahaman kita kepada matematika semakin mendalam.

5. Tiada kata "Aku Tak Bisa" dan "Putus Asa"
Putus Asa merupakan penyakit yang paling sering ditemui setiap orang ketika berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Ketika kita belajar matematika, hindarilah sejauh mungkin kata putus asa, ketika kita menemukan soal yang rumit,maka segera minta bantuan ke guru matematika atau ke teman yang sudah memahami. sebisa mungkin jauhkan diri dari mengucapkan kata "Aku Tak Bisa" karena hal tersebut hanya memperburuk keadaan, ketika kamu merasa bahwa kamu tidak bisa mengerjakannya, maka katakanlah "Aku Pasti Bisa"!! Berilah semangat motivasi untuk diri sendiri, karena setiap permasalahan pasti ada pemecahannya..

6. Sabar..
Sabar dalam belajar, sabar dalam memecahkan persoalan, sabar dalam melaksanankan segala sesuatu, orang sabar disayang Tuhan..

Minggu, Oktober 04, 2009

Cara mengkuadratkan bilangan 2 digit yang diawali angka 9


Cara mengkuadratkan bilangan 2 digit yang diawali angka 9 atau bilangan sembilan puluhan yaitu antara 90-100.
contoh 95², cara penyelesaiannya adalah sebagai berikut:
  1. Kurangi angka 100 dengan bilangan itu ==> 100 – 95 = 5
  2. Gunakan 5 untuk mengurangi bilangan yang dikuadratka ==> 95 – 5= 90, dan inilah 2 digit pertama dari hasil,
  3. Gunakan juga hasil pengurangan tadi dan kuadratkan ==> 5 x 5 = 25, gunakan hasil ini untuk dua digit terakhir
  4. Jadi hasilnya adalah 9025

gampang kan?
Nah sekarang contoh kedua, misalnya 92², kita hitung dengan cepat yuk:

  1. 100-92 = 8 lalu 92-8 = 84
  2. Selisih = 8 ==> 8 x 8 = 64
  3. Hasil 8464
gampang ya?

Senin, September 28, 2009

angka berapa ya..?


Gantilah huruf-huruf A,B,...,I dengan angka-angka 1,2,...,9 sehingga menjadi pernyataan yang benar?

silahkan dicoba!

Minggu, September 27, 2009

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H


PERKATAAN Indah Adalah AllAH
LAGU Merdu Adalah AdzaN
MEDIA Terbaik Adalah AL-QUR’AN
SENAM sehat Adalah SHOLAT
DIET Sempurna Adalah PUASA
KEBERSIHAN Menyegarkan Adalah WUDhUK
PERJALANAN Indah Adalah HAJI
KHAYALAN yang Baik Adalah Ingat Akan Dosa dan TAUBAT
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H / 2009 M…

Kamis, September 10, 2009

Skema Bilangan


  1. Himpunan bilangan asli
    Himpunan bilangan asli adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya merupakan bilangan bulat positif.

    N = {1,2,3,4,5,6,......}

  2. Himpunan bilangan prima
    Himpunan bilangan prima adalah himpunan bilangan-bilangan asli yang hanya dapat dibagi dirinya sendiri dan satu, kecuali angka 1.

    P = {2,3,5,7,11,13,....}

  3. Himpunan bilangan cacah
    Himpunan bilangan cacah adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya merupakan bilangan bulat positif digabung dengan nol.

    C = {0,1,2,3,4,5,6,....}

  4. Himpunan bilangan bulat
    Himpunan bilangan bulat adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya seluruh bilangan bulat, baik negatif, nol, dan positif.

    B = {...,-3,-2,-1,0,1,2,3,...}

  5. Himpunan bilangan rasional
    Himpunan bilangan rasional adalah himpunan bilangan yang anggota-anggonya merupakan bilangan yang dapat dinyatakan sebagai:
    p/q dimana p,q ÃŽ bulat dan q ¹ 0 atau dapat dinyatakan sebagai suatu desimal berulang.

    contoh: 0,-2, 2/7, 5, 2/11, dan lain lain

  6. Himpunan bilangan irasional
    Himpunan bilangan irasional adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya tidak dapat dinyatakan sebagai sebagai p/q atau tidak dapat dinyatakan sebagai suatu desimal berulang.

    contoh: log 2, e, Ö7

  7. Himpunan bilangan riil
    Himpunan bilangan riil adalah himpunan yang anggota-anggotanya merupakan gabungan dari himpunan bilangan rasional dan irasional.

    contoh: log 10, 5/8, -3, 0, 3

  8. Himpunan bilangan imajiner
    Himpunan bilangan imajiner adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya merupakan i (satuan imajiner) dimana i merupakan lambang bilangan baru yang bersifat i² = -1

    contoh: i, 4i, 5i

  9. Himpunan bilangan kompleks
    Himpunan bilangan kompleks adalah himpunan bilangan yang anggota-anggotanya (a + bi) dimana a, b ÃŽ R, i² = -1, dengan a bagian riil dan b bagian imajiner.

    contoh: 2-3i, 8+2

Rabu, September 09, 2009

Matematika sebagai Raja dan sekaligus Pelayan

Ada pendapat terkenal yang memandang matematika sebagai pelayan dan sekaligus raja dari ilmu-ilmu lain. Sebagai pelayan, matematika adalah ilmu yang mendasari dan melayani berbagai ilmu pengetahuan lain. Sejak masa sebelum masehi, misalnya zaman Mesir kuno, cabang tertua dan termudah dari matematika (aritmetika) sudah digunakan untuk membuat piramida, digunakan untuk menentukan waktu turun hujan, dan sebagainya.

Sebagai raja, perkembangan matematika tak tergantung pada ilmu-ilmu lain. Banyak cabang matematika yang dulu biasa disebut matematika murni, dikembangkan oleh beberapa matematikawan yang mencintai dan belajar matematika hanya sebagai kegemaran tanpa memedulikan fungsi dan manfaatnya untuk ilmu-ilmu lain. Dengan perkembangan teknologi, banyak cabang-cabang matematika murni yang ternyata di kemudian hari bisa diterapkan dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir.

referensi : http://id.wikipedia.org


Minggu, Agustus 30, 2009

Sulap Prediksi Matematika Ala Joe Sandy

Effects : Anda bisa membuat prediksi 5 baris penjumlahan saat baris pertama baru selesai ditulis. Baris angka-angka di baris ke-1, 2, dan 4 ditulis secara acak oleh orang lain, sedangkan anda menulis angka-angka di baris ke-3 dan ke-5
Prosedur :
  1. Minta seorang penonton untuk maju dan menentukan berapa digit angka yang akan digunakan dalam permainan (mulai dari 2 digit hingga tak terhingga). Misalkan, penonton memilih 5 digit angka. Katakan bahwa anda dan sang sukarelawan akan bermain dengan 5 baris penjumlahan.
  2. Suruh sang sukarelawan menulis 5 digit angka secara acak. Setelah selesai, katakan bahwa anda mampu memprediksi hasil penjumlahan, walaupun belum semua baris ditulis. *Cara membuat prediksi* -Jika angka terakhir pada baris pertama lebih besar dari 1, maka kurangi digit terakhir dengan 2, dan tulis angka 2 di depan digit pertama.Contoh, sukarelawan menulis 56743 maka prediksi yang anda buat adalah 256741 -Jika angka terakhir pada baris pertama lebih kecil dari 2, maka kurangi digit terakhir dengan 2, kurangi digit kedua dari belakang dengan 1, dan tulis angka 2 di depan digit pertama. Contoh, sukarelawan menulis 56470, maka prediksinya adalah 256468. Jika sukarelawan menulis 56471, maka prediksinya adalah 256469. Tulis hasil prediksi dan masukkan ke selembar amplop.
  3. Minta orang lain menuliskan lagi 5 digit angka di bawah baris pertama. Misal orang tersebut menulis 87069.
  4. Sekarang, anda akan menulis angka di baris ketiga. Yang harus anda cermati adalah angka di baris kedua. Anda harus menuliskan angka-angka di baris ketiga yang apabila per digitnya dijumlahkan dengan angka-angka di baris kedua hasilnya 9. Contoh, baris kedua angkanya 87069. Maka di baris ketiga anda menulis 12930.
  5. Minta lagi orang lain untuk menulis lima digit angka di baris keempat. Misal, orang itu menulis 97438.
  6. Katakan bahwa anda akan menulis 5 digit angka di baris kelima (terakhir).Anda harus menuliskan angka-angka di baris kelima yang apabila per digitnya dijumlahkan dengan angka-angka di baris keempat hasilnya 9. Contoh, baris kedua angkanya 97438, maka di baris kelima anda menulis 02561.
  7. Minta penonton lain menghitung kelima baris penjumlahan. Suruh ia menuliskan hasilnya, dan bukalah prediksi anda di dalam amplop. Hasilnya pasti sama! 8. Di akhir permainan anda bisa berkata, "Ada 3 kemungkinan yang membuat saya bisa menciptakan prediksi ini. Kemungkinan pertama, saya bisa berhitung dengan sangat cepat, sedangkan kemungkinan kedua adalah saya bisa meramalkan masa depan. Kemungkinan ketiga, saya bisa menghitung dengan sangat cepat dan meramalkan masa depan!"Prinsipnya sama, yang harus anda cermati adalah angka di baris keempat.
Lihat gambar agar lebih jelas!

referensi :
http://wikumgic.blogspot.com

Kamis, Agustus 27, 2009

Bapak Aljabar (Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi)

Muhammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun780 di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad.
Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dariAritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.
Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme danlogaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

Rabu, Agustus 26, 2009

Tugas Mandiri Kelas 7

1. Sederhanakan bentuk-bentuk aljabar berikut.
a. 6mn + 3mn
b. 16x + 3 + 3x + 4
c. –x – y + x – 3
d. 2p – 3p2 + 2q – 5q2 + 3p
e. 6m + 3(m2 – n2) – 2m2 + 3n2

2.Tentukan hasil dari:
a. penjumlahan 10x2 + 6xy – 12 dan –4x2 – 2xy + 10,
b. pengurangan 8p2 + 10p + 15 dari 4p2 – 10p – 5.

3.Gunakan hukum distributif untuk menyelesaikan perkalian berikut.
a. 2(x + 3) c. 3x(y + 5)
b. –5(9 – y) d. –9p(5p – 2q)

4.Tentukan hasil perkalian suku dua berikut, kemudian sederhanakan.
a. (x + 5)(x + 3) c. (2x + 4)(3x + 1)
b. (x – 4)(x + 1) d. (–3x + 2)(x – 5)

5.Diketahui sebuah persegipanjang memiliki panjang (5x + 3) cm dan
lebar (6x– 2) cm. Tentukan luas persegipanjang tersebut.

6.Tentukan hasil pembagian berikut.
a. 8x : 4 c. 16a2b : 2ab
b. 15pq : 3p d. (8×2 + 2x) : (2y2 – 2y)

Selasa, Agustus 18, 2009

Kisah-kisah menarik seputar Matematika


Cerita-cerita ajaib dan membuat kita heran dapat ditemukan juga dari dunia matematika. Berikut ini merupakan kisah-kisah nyata yang ane ambil dari beberapa sumber.
Carl Friedrich Gauss merupakan salah satu ilmuwan hebat dunia, ia juga diakui sebagai ahli matematika terbesar sepanjang masa. Hal ini cukup beralasan, sebab ia memang jenius sejak kecil. Pada saat Gauss berusia tiga tahun, ia berhasil menemukan kesalahan yang dilakukan ayahnya waktu sang ayah melakukan kalkulasi di bidang keuangan.
Gauss melakukan hal yang menakjubkan lagi saat ia berada di sekolah dasar. Pada waktu itu guru matematikanya meminta murid-murid menjumlahkan bilangan-bilangan dari 1 hingga 100. Ia melakukannya dengan harapan ia bisa beristirahat cukup lama sebelum melanjutkan pelajaran, namun ternyata Gauss berhasil menyelesaikan soal tersebut beberapa detik setelahnya. Gauss menyelesaikannya dengan cara yang unik: ia mengelompokkan bilangan dari 1 hingga 100 menjadi 1 dan 100, 2 dan 99, 3 dan 98, dan seterusnya hingga 50 dan 51. Jumlah setiap pasang bilangan adalah 101 dan ada 50 pasang bilangan, sehingga jumlah total bilangan adalah 50 x 101= 5050. Mantap

Selasa, Agustus 11, 2009

Tugas Mandiri Aljabar Kelas 8

  1. Selesaikanlah operasi penjumlahan berikut!

a. 10a4 + 3b dan 10b – 13a4 + 25

b. 3x2 – 3y2 dan 3xy – 5y2 + 8x2

  1. Kurangkanlah

a. 2x2 + 15x – 18 dari 11x2 – 17x + 24

b. 12p – 7q + 6 dari 15p + 18q – 17

  1. Tentukan hasil perkalian berikut!

a. a (3a + 8b)

b. (5x + 6) (5x – 5)

  1. Tentukan hasil pemangkatan berikut!

a. (p + 5)3

b. (2x + 5)2

  1. Faktorkanlah!

a. 6a6 – 3a4

b. 8x2y3 + 12xy2

c. X2 + 10x + 25

d. 2a2 – 10a + 8

  1. Sebuah batu dilempar vertikal keatas. Tinggi batu (h meter) setelah t detik dinyatakan dengan rumus h = 30t – 5t2.

a. Hitung tinggi batu pada saat 3 detik setelah dilemparkan!

b. Faktorkanlah bentuk 30t – 5t2, kemudian gantilah t dengan 3 pada hasil pemfaktoran! Apakah jawabannya sama dengan hasil jawaban a!